Surat Kabar Digital Berita Indonesia

bengkulu

Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu Jadi Tersangka Penggelepan 18 Ton Beras Untuk Rakyat Miskin

Featured News/Hukrim

Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penggelapan beras untuk rakyat miskin (raskin). Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu, Brigadir Jenderal Polisi Drs M Ghufron MM, MSI, mengatakan, pihaknya telah menetapkan AB, Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebon, sebagai tersangka kasus penggelapan raskin, setelah Direktorat Kriminal Khusus Polda Bengkulu melakukan penyidikan, pengembangan serta gelar perkara atas kasus penggelapan raskin seberat 18 ton yang terjadi di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

Dari gelar perkara itulah, didapati tersangka AB berada dalam lingkaran penggelapan raskin tersebut. “Dia berada dalam lingkaran penggelapan yang terjadi. Dia memberikan dukungan hingga menyuruh dan sebagainya,” jelas Kapolda.

Terkait status tersangka AB yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Kapolda menjelaskan polisi bekerja secara profesional tanpa pandang bulu dan menegaskan bahwa semua sama di mata hukum.

“Sebagai polisi, kita bertindak sesuai dengan UU yang berlaku. Jadi, siapapun itu, kalau dia terlibat dalam perkara hukum kita tidak akan pandang bulu,” ujar Kapolda.

Ditambahkan oleh Kapolda, AB akan dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau denda 1 miliar rupiah.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 2 dan 3 UU tentang Tipikor,” Kata Kapolda.

Untuk diketahui, kasus ini mulai disidik oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Dit Reskrimsus ) Polda Bengkulu sejak bulan Mei 2016 pada saat warga bersama dengan anggota polisi menangkap 2 unit truk yang mengangkut beras (raskin) dari Kantor Camat Binduriang menuju Kabupaten Lubuk Linggau, Provinsi Sumsel.

[David – Humas Polda Bengkulu]

Komentar

Kembali ke Atas